Rabu, 15 Februari 2012

KAUM WANITA DALAM LINTASAN SEJARAH



Pandangan Barat dan Jahiliyah terhadap Kaum Wanita

            Sesungguhnya kedudukan wanita dalam pandangan umat-umat terdahulu (sebelum islam) sangantlah rendah dan hina. Mereka di anggap sebagai manusia yang tidak memiliki hak, jiwa, kemerdekaan dan kemuliaan. Umat-umat tersebut menganggap bahwa wanita adalah sumber malah petaka dan bencana dunia.
           
            Pada masa Romawi wanita banyak mengalami penyiksaan. Terkadang Mereka Harus menahan panasnya Minyak yang di tuangkan ke tubuh mereka yang sudah di ikan di sebuah tiang. Mereka juga terkadang di ikat pada seekor kuda , lalu di seret dengan sekencang kencangnya sampai mati.

Pada Zaman Yunani, Wanita sangat di lecehkan dan di hina. Orang yunani menganggap bahwa wanita adalah kotoran dam merupakan hasil perbuatan syetan.
Wanita sama rendahnya dengan barang dagangan yang bisa di perjual belikan di pasar. Wanita boleh dirampas haknya, tidak perlu mendapatkan warisan dan tidak berhak menggunakan hartanya.

            Orang-orang Yahudi menganggap wanita seperti barang warisan yang dapat diwariskan kepada keluarganya jika sang suami telah meninggal. Mereka menempatkan wanita sebagai pelayan, sang ayah bisa menjualnya dalam hal ini sang wanita tidak memiliki pilihan. Wanita tidak bisa mewarisi apapun, kecuali jika sang ayah tidak memiliki anak laki-laki. Orang yahudi menganggap wanita sebagai laknat dan kutukan karena wanitalah yang telah menyesatkan Adam as.

            Orang-orang Nasrani Memiliki Persamaan dengan orang Yahudi Di dalam menempatkan kedudukan wanita. Mereka juga menetapkan wanita sebagai Pangkal kejahatan. Kesalahan dan dosa. Mereka menganggap wanita itu najis, khususnya pada saan haid. Lebih jahatnya lagi wanita hanyalah sebagai pemuas nafsu lelaki.

            Dalam aturan undang-undang Hammurabi, wanita di anggap tidak lebih dari binatang. Ia tidak mempunyai hak untuk memiliki sesuatu dan menggunakan hartanya. Jika seorang keluarga mempunyai seorang putri maka ia harus menyerahkan putrinya untuk di bunuh atau di perlakukan sesukannya.

            Bagi bangsa india, dalam aturan menu, wanita hanyalah pelayan bagi suami dan ayahnya. Jika suaminya meninggal, ia akan di bakar hidup-hidup dan di kubur bersama suaminya.

            Orang-orang Persi berpendapat bahwa seseorang boleh menikahi ibunya, saudara perempuan kandung, tante, bibi, keponakannya dan wanita-wanita haram lainnya. Pada saat haid, ia akan di asingkan ke tempat yang jau ke luar kota. Tidak seorangpun di perboleh menemui, kecuali pelayan yang bertugas menyiapkan makanan dan minuman.

            Sedangkan pada pandangan orang cina, wanita dianggap sebagai air penyakit yang membasuh kebahagiaan dan harta. Orang berhak menjual istri seperti halnya menjual budak perempuannya.  Jika ada seorang wanita menjadi janda, maka keluarga mendiang suaminya berhak atas dirinya. Jadi ia seperti warisan yang dapat diwariskan. Bahkan seorang suami pun berhak mengubur hidup-hidup suaminya.

Wanita pada masa jahiliyah

Pandangan bangsa Arab pada masa jahiliyah tentang wanita adalah wanita itu bagaikan barang atau budak. Jika suaminya meninggal, wali suami akan datang dan mengenakan pakainnya. Dengan demikian si wanita tidak dapat menikah kecuali dengan persetujuan oleh wali tersebut, kecuali jika ia bisa menebus diri dengan harta.

            Kekejaman Orang-orang jahiliyahTerhadap kaum wanita, Tidak berhenti di situ. Mereka juga tidak membiarkan kaum wanita untuk hidup. Jika seorang istri melahirkan anak perempuan, sang suami akan langsung mengambilmembuatkan lubang lalu menguburkannya hidup-hidup, tanpa memperdulikan jerit tangis sang anaknya. Jika seorang dalam perjalanan, kemudian sang istri melahirkan, maka ibu dan bayi itu akan di tinggalkan, sehingga bayi itu tumbuh besar. Suatu saat bayi tersebut akan diambil lagi, dibuatkan lubang dan di masukkanlah sang anak itu kedalam bubur itu dalam keadaan hidup-hidup, tanpa memperdulikan rasa sakit yang diderita oleh sang anak. Hal itu seperti yang Allah Kisahkan dalam kitab-Nya:


“Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, Karena dosa apakah dia dibunuh,” ( QS. At Takwir: 8-9)

                Banyak kalangan istri yang takut akan prilaku kejam ini, maka mereka sebelum melahirkan membuat lubang sendiri agar begitu yang keluar dari rahimnya bayi perempuan, langsung mereka masukkan ke dalam lubang itu agar mereka tidak mendapat perlakuan kasar dari suaminya. Bahkan adakalanya bayi itu langsung di cekik begitu lahir.

            Karena kebenciannya kepada bayi perempuan, maka seorang ayah akan marah besar bila yang lahir adalah anak perempuan, Wajah mereka akan padam, dunia menjadi sempit dan pandangannya menjadi gelap, sehingga hampir-hampir dia tidak sadar dengan apa yang sedang dihadapinnya. Allah Menggambarkan Tentang Keadaan mereka dalam kitabnya :

“ Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah.
Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” ( QS. An Nahl: 58-59)

            Perilaku buruk lain kaum jahiliyah terhadap kaum wanita adalah dijadikan budak-budak wanita mereka untuk melacur sehingga mereka dapat memetik keuntungan dari pelacur itu. Lalu Allah menurunkan Ayat yang melarang akan hal itu:


“dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, Karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. dan barangsiapa yang memaksa mereka, Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.” (QS. An Nur: 33)

            Demikianlah kondisi kaum wanita di masa jahiliah, keadaan mereka tidak lebih dari makhluk tanpa harga diri, yang kehilangan hak dan kepemilikannya. Selain itu Al Qur’an juga mengisahkan tentang keburukan akhlak para wanita pada zaman jahiliyah. Wanita mereka suka berdandan  dengan pakaian laki-laki. Sering memamerkan auratnya, senang melacurkan diri dan banyak lagi memiliki kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya. Oleh karena itu Allah memerintahkan kepada kaum mukminah agar mereka tidak mengikuti budaya dan tingkah laku jahiliyah. Allah berfirman:

“ Dan hendaklah Kamu menetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingka laku seprti orang-orang jahiliyah yang terdahulu.” ( QS. Al Ahzab: 33)

1 komentar: